You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
60 Persen Lingkungan DKI Jakarta Tercemar
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

1.200 Perusahaan di DKI Cemari Lingkungan

Tingkat pencemaran lingkungan di DKI Jakarta saat ini cukup mengkhawatirkan. Dari pendataan, hampir 60 persen wilayah DKI tercemar oleh limbah perusahaan dan limbah rumah tangga.

Dari data saja ada kurang lebih 1.200 perusahaan yang terindikasi melakukan pencemaran lingkungan. Target kita tahun ini semua bisa ditindak

Kepala ‎Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Junaedi mengatakan, pihaknya akan melibatkan satgas dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk bersama melakukan penindakan terhadap banyaknya aksi pencemaran lingkungan.

"Dari data saja ada kurang lebih 1.200 perusahaan yang terindikasi melakukan pencemaran lingkungan. Target kita tahun ini semua bisa ditindak," ujarnya, Selasa (12/4).

Warga Duri Kosambi Keluhkan Pencemaran Air

‎Selain perusahaan pembuangan limbah, lanjut Junaedi, aktivitas rumah tangga juga ikut menambah pencemaran lingkungan. Karena itulah penambahan ‎instalasi pengolahan air limbah (IPAL)‎ menurutnya menjadi salah satu prioritas pemerintah DKI Jakarta.

"Saat ini kan baru ada di kawasan Setia Budi saja. Rencananya akan ditambah di 14 lokasi. Memang masih kecil namun akan bertahap penambahannya oleh PD Pal Jaya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye23167 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11378 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6816 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3722 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1759 personFolmer